Some child who don't know anything bout price and value

Nilai dan harga, Sebuah Cerita biasa

Pagi itu tampak biasa saja, tidak ada yang berbeda, tidak ada yang aneh. Seorang nenek menapaki jalan sebuah pasar, membawa dagangan berupa snack dan kue di kedua tangannya dengan tertatih, faktor usia memang tak bisa dilawan. Beliau sudah ada disana sejak subuh dan beberapa kali berpindah berharap tempat yang lebih ramai. Dagangannya belum ada yang laku sejak tadi, sudah biasa.

Beberapa anak hendak kesekolah bersama, nampaknya mereka tertarik dengan dagangan si nenek
“Berapa Nek?” kata salah satu anak dengan badan paling besar.
“2000-an saja masih segar” si nenek sudah berharap dengan senang, akhirnya dagangannya terjual.
“Wah uang saku kami dikit Nek, 1000-an lah” ucap anak itu tanpa berpikir, mendengarnya sang nenek tertunduk beberapa detik. Baginya tenaganya tidak cukup untuk berdebat terutama dengan anak- anak.
“Kalau ga mau ya sudah Nek” sambil mereka hendak membalikkan badan.
Dengan terpaksa nenek itu menjualnya, yang penting dagangannya laku pikirnya.

Setelah mereka masing- masing mencari pecahan 1000-an dengan susah payah, dan membayar ke si nenek, mereka kembali berjalan sambil melahap makanannya, meninggalkan sang nenek yang bersyukur beberapa dagangannya akhirnya laku. Beberapa langkah sambil mengunyah makanan membuat mereka haus, sehingga mampirlah mereka ke cafe di ujung jalan yang tampak megah berdiri. Masing- masing anak memilih minuman favorit mereka, dan dengan ponsel pintar mereka membayarnya, nampak harganya puluhan kali lipat dibanding uang untuk membayar si nenek. Mereka keluar dari cafe, menyedot minumannya dengan riang gembira sambil saling bercanda, sebuah cerita yang biasa.

Share jika Anda tertarik: