Jadi, Siapa?

“Cepat katakan, siapa yang mematikan lampu kamarku?” teriak seorang kakek tua dari kamarnya.
“Apa kalian tidak ada yang berpikir, karena ulah iseng kalian bisa mencelakakan orang tua sepertiku?” lanjutnya.
Meski dia berteriak seperti itu, sayangnya anak, menantu, dan cucunya nampak tidak menggubrisnya. Mereka masih asyik dengan kesibukannya masing- masing, anaknya masih mempersiapkan bahan rapat untuk hari ini, dan menantunya sedang memasak untuk sarapan hari ini, sementara cucunya masih fokus untuk belajar sambil menunggu sarapan matang. Memang benar di masa tua seseorang, mereka kembali bersikap seperti anak- anak, dan mempermasalahkan hal yang sepele, sebuah kenyataan yang menyedihkan.

Setelah berteriak cukup lama, tanpa digubris, kakek tua itu akhirnya berusaha bangun dari kasurnya dengan agak kesusahan. Jika melihat usahanya untuk bangun tidak akan ada yang menyangka dia adalah seorang mantan tentara di masa mudanya. Memang benar, badannya yang tegap dan gagah mulai termakan oleh jahatnya waktu, namun suaranya yang lantang saat berteriak, masih menunjukkan bahwa semangatnya belum hilang. Sekarang yang ada, hanya seorang kakek tua pikun yang suka mengomel sendiri. Bahkan jika melihatnya, tidak akan ada yang menyangka, bahwa dia pernah dengan gagah berani menerjang ladang penuh ranjau hanya untuk menyelamatkan rekannya, dan kehilangan kedua matanya.

Share jika Anda tertarik:

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *