noise in world

Dunia ini terlalu bising

Entah kalian sepakat denganku, atau tidak namun aku tidak peduli. Dunia ini sudah terlalu bising, dan aku benci itu. Semua bermula sejak 1 bulan lalu, entah apa yang terjadi saat itu. Aku tidak tahu apakah aku salah makan, ataupun sesuatu masuk ke diriku saat aku tidur, tapi sekarang aku mendengar semuanya. Suara detak jantung orang disekitarku, suara tetesan air dari pipa tetangga yang rusak, suara tikus- tikus yang berdecit di gorong- gorong, bahkan suara kendaraan yang berlalu lalang meski rumahku berjarak beberapa kilometer dari jalan raya. Aku mendengar itu semua, dan aku benci hal itu.

Menurutku ini sangat aneh, bulan lalu aku adalah orang yang selalu meminta orang lain untuk mengulangi perkataannya. Ya, aku tidak bisa mendengar mereka. Mungkin ini dampak dari hobiku mendengar musik dengan earphone dengan suara maksimal. Namun, sampai sekarang aku tetap seperti itu. Aku masih tidak bisa mendengar mereka, dan ini aneh. Hanya suara- suara tidak penting yang bisa kudengar jelas. Bukannya aku terganggu dengar suara- suara tak penting, hanya memang bagiku semua suara yang ingin kudengar terdengar lebih tidak jelas.

Setelah 1 bulan kucoba mengabaikan ini, aku akhirnya mencoba berkonsultasi dengan dokter THT langgananku. Dia teman ayahku, sehingga terkadang aku bisa masuk ke ruangannya, dan memintanya memeriksaku saat jam istirahatnya. Tentunya gratis, dan itu adalah hal terbaiknya. Beliau juga tidak percaya dengan apa yang kukatakan, sampai aku dapat menebak nada dering salah satu perawat yang sedang berada di gedung sebelah, yang dia coba panggil untuk mengetesku.

“Aku juga tidak dapat menjelaskan ini, aku tidak pernah bertemu sesuatu yang seperti ini sebelumnya” Jawabnya dengan suaranya yang pelan menurutku, yang membuatku tidak puas.
Seketika lampu rumah sakit padam, aku dengar banyak orang yang tiba- tiba latah berteriak, dan itu membuat telingaku sakit. Dokter mencoba menelepon pegawai yang bertugas mengurusi genset, dia nampak sangat kesal. Nampaknya ponselnya tidak mendapatkan sinyal.

Sekarang aku juga mendengar banyak orang menggerutu, banyak yang tidak bisa menghubungi keluarganya untuk pulang. Mereka yang membawa mobil juga kesal mobilnya tiba- tiba mati. Suara- suara kekesalan berasa memenuhi kepalaku, dan aku benci ini semua. Tapi tiba- tiba suatu suara menarik perhatianku, suara seperti sesuatu yang menggelinding. Longsor? kurasa tidak, suara ini asing ditelingaku. Sesuatu itu seperti turun, dan meletup- letup.

Seketika semua suara mendadak hilang, beberapa detik hanya ada kesunyian. Sampai akhirnya yang ada hanya teriakan.
“Meteor”.
“Kiamat”.
“Aku masih ingin hidup”.
Dan macam- macam suara yang sangat mengganggu di telingaku. Aku juga sudah sadar, langit berubah warna. Tiba- tiba semua semakin gelap, matahari terasa dihalangi sesuatu. Dan sesuatu tersebut semakin dekat. Aku hanya menyaksikan semua itu sambil terdiam. Teriakan yang semakin keras membuatku semakin tak nyaman. Namun beberapa detik kemudian aku berpikir. Akhirnya hening juga.

Share jika Anda tertarik: