Cinta dan kasih, sebuah cerita biasa

Pagi itu tampak biasa saja, tidak ada yang berbeda, tidak ada yang aneh. Sepasang suami istri nampak terburu- buru. Sang suami menyiapkan mobilnya di garasi sambil membantu istrinya yang kesusahan masuk karena hamil tua. Nampaknya sesaat lagi istrinya akan melahirkan. Meski sangat susah mereka tampak bahagia, impian mereka selama bertahun- tahun akhirnya terwujud. Sudah banyak gosip tetangga dan keluarga besar mereka, karena setelah 10 tahun menikah mereka belum dikaruniai buah hati. Para tetangga dan keluarga besar itu tidak tahu apa yang pasangan ini rasakan setelah 2 kali keguguran, dan jelas tidak ada yang mau tahu.

Perjalananke rumah sakit dilalui tanpa hambatan, dokter yang sudah dikabari sebelumnya juga telah siap, memang usia kandungan sudah cukup sehingga hal ini telah diperkirakan. Sang istri dengan susah payah dinaikkan ke tempat tidur pasien. Air ketuban sudah menetes sehingga persalinan harus dilakukan segera. Sang suami menunggu di depan kamar sambil terus berusaha mendengar ke dalam ruang persalinan sambil berdoa. Sang istri dengan mengerang mencoba sekuat tenaga menahan sakit persalinan, sembari darahnya menetes bersama ketuban, yang Ia pikirkan hanya buah hatinya dapat melihat dunia ini.

1 jam berlalu setelah itu, terdengar tangis bayi terus menerus. Sang ayah masuk ke ruangan dan saling memandang dengan istrinya yang telah menjadi ibu. Senyum bahagia nampak pada pada wajah mereka sambil saling menatap.
“Selamat Pak, Ibu bayinya lahir sehat dan cantik” seru dokter.
Ayah dan Ibu baru tersebut dengan bahagia memandang bayi mereka yang lahir dengan sehat, si bayi masih merengek pelan, seakan masih kebingungan tentang dunia baru yang baru dia lihat. Setelah Sang ibu siap, mereka pun pulang dan membesarkan putri mereka dengan penuh kasih sayang dan bahagia.

24 tahun berlalu setelah itu, Sang anak telah tumbuh menjadi wanita dewasa yang mandiri. Saat itu hari telah malam, nampak penatnya pekerjaan hari itu memenuhi pikirannya. Setelah mempersiapkan diri untuk tidur, diambilnya ponselnya untuk melihat konten favorit dari influencer kesayangannya. Ponselnya bergetar, nampaknya panggilan dari ibunya, sambil menatap jengkel dibiarkan panggilan itu dan diletakkan ponselnya kembali. Ponselnya menampakkan notifikasi, sebuah pesan dari ibunya:
“Nak, apa tahun ini akhirnya bisa pulang? Bapak Ibu disini kangen sama kamu”.
Sebuah cerita biasa.

Share jika Anda tertarik: